GRESIK – Tiga pekan pada Juli 2026 menjadi fase yang penuh tantangan bagi mahasiswa tingkat akhir STIT Maskumambang Gresik. Dalam waktu yang berdekatan, mereka harus menuntaskan tiga tahapan evaluasi akademik secara bergilir, yakni Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada 4–7 Juli 2026, Ujian Komprehensif Lisan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Tahsin Al-Qur’an pada 11–12 Juli 2026, serta Ujian Munaqosah Skripsi Gelombang I pada 19 Juli 2026. Padatnya jadwal tersebut menjadi ujian ketangguhan mahasiswa dalam mengelola waktu, menjaga stamina, dan mempersiapkan diri menghadapi setiap tahapan akademik menuju kelulusan.
Rangkaian evaluasi tersebut merupakan bagian dari sistem akademik yang dirancang untuk memastikan mahasiswa tidak hanya menguasai materi perkuliahan, tetapi juga memiliki kompetensi keilmuan, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi ilmiah, serta kesiapan menyelesaikan penelitian sebagai syarat memperoleh gelar sarjana.
Meskipun harus menjalani tiga jenis ujian dalam rentang waktu yang singkat, para mahasiswa tetap menunjukkan semangat dan optimisme. Mereka menyadari bahwa setiap tahapan merupakan proses penting yang harus dilewati sebagai bagian dari perjalanan akademik menuju dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah seorang mahasiswa, Haidar Zahid Al Kautsar, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan Ujian Munaqosah Skripsi dengan lancar. Menurutnya, suasana ruang ujian yang nyaman turut membantunya lebih tenang dalam menyampaikan hasil penelitian di hadapan para dosen penguji.
“Alhamdulillah, ujian skripsi hari ini berjalan lancar. Bapak dan Ibu penguji sangat kritis dalam menguji skripsi, tetapi karena tempat ujiannya nyaman, dingin, dan ber-AC, saya merasa lebih nyaman untuk berdiskusi serta menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Bapak dan Ibu penguji.”
Haidar juga mengungkapkan bahwa padatnya jadwal ujian memang menjadi tantangan tersendiri. Selain mempersiapkan materi, mahasiswa juga harus menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap fokus menjalani seluruh rangkaian ujian.
“Dengan ujian yang penuh di bulan ini memang lumayan menguras tenaga, bukan hanya tenaga badan tetapi juga tenaga pikiran. Tapi Alhamdulillah masih aman karena itu juga merupakan kewajiban bagi seorang mahasiswa.”
Di akhir wawancara, Haidar menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa yang masih berada dalam proses menyelesaikan studi.
“Untuk teman-teman yang masih berjuang, jangan mudah menyerah. Kejar dan perjuangkan masa depan, karena masa depan yang indah tidak bisa didapatkan hanya dengan berleha-leha. Semua membutuhkan usaha yang ekstra. Setidaknya selesaikan apa yang telah kalian mulai.”
Kesan serupa juga disampaikan oleh Khusnun Nadiyah. Menurutnya, Ujian Komprehensif Lisan PAI dan Tahsin Al-Qur’an menjadi salah satu tahapan yang paling menantang karena mahasiswa dituntut menguasai materi secara menyeluruh sekaligus mampu menjawab pertanyaan penguji secara langsung.
“Persiapannya padat, apalagi untuk ujian komprehensif lisan karena membutuhkan persiapan yang lebih matang. Rasanya lebih tertantang karena ujian dilakukan secara langsung dan berhadapan dengan para penguji.”
Sementara itu, Nisaul Aflakhah menuturkan bahwa tantangan terbesar selama bulan Juli adalah membagi waktu antara persiapan ujian dengan penyelesaian skripsi. Di sela-sela mengikuti ujian, ia tetap harus menjalani bimbingan dan menyelesaikan revisi penelitian.
“Ujian yang dibarengi dengan persiapan ujian skripsi memang membutuhkan tenaga ekstra. Capek tentu ada, tetapi harapannya semua proses ini bisa dilewati dengan baik karena masih harus mengejar bimbingan dan revisi skripsi.”
Beragam testimoni tersebut menggambarkan bahwa perjalanan menjadi seorang sarjana bukan hanya tentang menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga tentang membangun karakter yang tangguh, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bertahan dalam tekanan. Padatnya rangkaian ujian selama tiga pekan menjadi pengalaman berharga yang membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan UAS Genap, Ujian Komprehensif Lisan PAI dan Tahsin Al-Qur’an, serta Ujian Munaqosah Skripsi, STIT Maskumambang Gresik terus berkomitmen menjaga mutu pendidikan tinggi dengan memastikan setiap lulusan telah melewati proses evaluasi yang komprehensif. Semangat, kerja keras, dan kegigihan yang ditunjukkan mahasiswa selama menjalani tiga ujian dalam tiga pekan bergilir menjadi bukti bahwa keberhasilan akademik diraih melalui proses yang penuh perjuangan, dedikasi, dan kesungguhan.
HUMAS STITMAS