UAS Semester Genap TA 2025/2026 STIT Maskumambang Gresik Hadirkan Ragam Model Asesmen Berbasis Kompetensi

GRESIK – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada 4–7 Juli 2026. Pelaksanaan UAS tahun ini berlangsung dengan pendekatan yang lebih beragam, tidak hanya berupa tes tulis konvensional, tetapi juga mengedepankan asesmen berbasis kompetensi sesuai karakteristik masing-masing mata kuliah.

Berbagai bentuk evaluasi diterapkan oleh dosen pengampu, mulai dari ujian tertulis, penyusunan artikel ilmiah, observasi lapangan, praktik mengajar (microteaching), ujian lisan, hingga penyusunan paper akademik. Pendekatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (Outcome Based Education) sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi nyata.

Pelaksanaan UAS di setiap kelas berlangsung dengan tertib dan kondusif. Mahasiswa mengikuti bentuk evaluasi sesuai rancangan pembelajaran yang telah disusun dosen sejak awal semester. Melalui variasi model asesmen tersebut, proses evaluasi diharapkan mampu menggambarkan kemampuan mahasiswa secara lebih komprehensif, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap akademik.

Salah satu inovasi evaluasi diterapkan pada mata kuliah ICT Pembelajaran yang diampu Ustadz Luqmanul Hakim, M.Pd. Menurutnya, mahasiswa tidak diberikan soal ujian tertulis sebagaimana umumnya.

“Mahasiswa tidak diberikan soal atau tes, namun terdapat tugas observasi lapangan dan penyusunan laporan dalam format artikel ilmiah yang telah dirancang sebelumnya. Melalui tugas ini mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori dengan kondisi nyata di lapangan sekaligus melatih kemampuan akademik dalam menulis artikel ilmiah,” jelasnya.

Model evaluasi serupa yang menitikberatkan pada kemampuan praktik juga diterapkan pada mata kuliah Microteaching yang diampu Ustadz Welly Firdaus, M.Pd. Pada mata kuliah ini, mahasiswa tidak mengikuti ujian tulis, melainkan diminta melaksanakan praktik mengajar di depan kelas, sementara rekan sekelas berperan sebagai peserta didik.

Menurutnya, evaluasi berbasis praktik menjadi cara yang lebih tepat untuk mengukur kompetensi calon guru, mulai dari kemampuan menyusun perangkat pembelajaran, mengelola kelas, berkomunikasi, hingga menerapkan strategi pembelajaran secara langsung.

Sementara itu, pada mata kuliah Tahsin Al-Qur’an, Ustadz Muhammad Imdad menerapkan evaluasi melalui ujian lisan secara individual. Setiap mahasiswa diuji satu per satu untuk mengukur ketepatan makharijul huruf, penerapan kaidah tajwid, kelancaran membaca Al-Qur’an, serta kualitas bacaan yang telah dipelajari selama satu semester.

Selain berbagai bentuk evaluasi tersebut, sejumlah mata kuliah lainnya tetap menggunakan mekanisme ujian tertulis maupun penugasan akademik berupa penyusunan paper sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Variasi bentuk asesmen ini menunjukkan komitmen STIT Maskumambang Gresik dalam mengembangkan sistem evaluasi pembelajaran yang adaptif, autentik, dan berorientasi pada kompetensi mahasiswa.

Melalui pelaksanaan UAS Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, STIT Maskumambang Gresik terus berupaya menghadirkan proses evaluasi yang tidak hanya mengukur penguasaan materi, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, keterampilan profesional, serta kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia pendidikan dan masyarakat.

HUMAS STITMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X