Ujian Komprehensif Lisan PAI dan Tahsin Al-Qur’an STIT Maskumambang Gresik: 44 Mahasiswa Tempuh Tahap Akhir Menuju Ujian Skripsi

Gresik, 12 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Maskumambang Gresik sukses menyelenggarakan Ujian Komprehensif Lisan PAI dan Tahsin Al-Qur’an Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu–Ahad, 11–12 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 44 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua gelombang pelaksanaan sebagai bagian dari tahapan akademik sebelum menempuh ujian skripsi.

Ujian komprehensif menjadi salah satu agenda penting dalam proses akademik mahasiswa STIT Maskumambang Gresik. Selain mengukur penguasaan keilmuan mahasiswa selama masa studi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi kesiapan calon lulusan dalam mengintegrasikan kompetensi akademik dan keislaman yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Ujian Komprehensif Sebagai Prasyarat Ujian Skripsi dan Kelulusan

Wakil Ketua I STIT Maskumambang Gresik, Dr. Ali Rosyidi, M.Pd., menjelaskan bahwa ujian komprehensif  merupakan salah satu tahapan wajib yang harus dilalui mahasiswa sebelum mengikuti ujian skripsi.

“Kegiatan ujian komprehensif lisan PAI dilaksanakan sebagai prasyarat sebelum mengikuti ujian skripsi dan yang utama sebagai syarat kelulusan akademik mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, ujian ini tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan teoritis mahasiswa, tetapi juga menguji kemampuan komunikasi, pemahaman konsep keilmuan Pendidikan Agama Islam, serta kompetensi membaca dan memahami Al-Qur’an sesuai standar yang berlaku di lingkungan Pondok Pesantren Maskumambang.

Penguji Berkompeten dari Kalangan Akademisi dan Pesantren

Pelaksanaan ujian menghadirkan penguji yang memiliki kompetensi pada bidang masing-masing. Pada hari pertama, Sabtu (11/7/2026), materi Pendidikan Agama Islam diuji langsung oleh Al-Ustadz H. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl., yang merupakan Pemangku Pondok Pesantren Maskumambang sedangkan materi Al-Qur’an dan Tahsin diuji oleh Ust. H. Muhammad Imdad, S.Pd.I. S.Q.

Sementara itu, pada hari kedua, Ahad (12/7/2026), penguji bidang Pendidikan Agama Islam dilaksanakan oleh Dosen STIT Maksumambang yakni Ust. H. Muhammad Athoillah, M.Th.I, dengan penguji Tahsin dan Al-Qur’an tetap dipercayakan kepada Ust. H. Muhammad Imdad, S.Pd.I. S.Q.

Para peserta mengikuti ujian secara bergantian dan berhadapan langsung dengan para penguji dalam suasana yang tertib, kondusif, dan penuh kesungguhan.

Materi Ujian Mencakup Keilmuan PAI dan Kompetensi Al-Qur’an

Materi yang diujikan pada bidang Pendidikan Agama Islam meliputi berbagai disiplin ilmu yang telah dipelajari mahasiswa selama perkuliahan, seperti Dirosah Islamiyah, materi-materi Pendidikan Agama Islam, fiqih, akidah, akhlak, serta wawasan keislaman lainnya.

Adapun pada bidang Al-Qur’an, mahasiswa diuji kemampuan tahsin, ketepatan bacaan, makharijul huruf, tajwid, serta wawasan Al-Qur’an sesuai dengan standar pembelajaran dan tradisi keilmuan yang diterapkan di Pondok Pesantren Maskumambang.

Melalui ujian ini, kampus memastikan bahwa lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang memadai, tetapi juga kompetensi keagamaan yang kuat sebagai calon pendidik dan dai di tengah masyarakat.

Tantangan Ujian Lisan: Mahasiswa Mengaku Perlu Persiapan Lebih

Berbeda dengan ujian tertulis, model ujian komprehensif yang dilaksanakan secara lisan memberikan tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Sejumlah peserta mengaku merasa grogi ketika harus menjawab pertanyaan secara langsung di hadapan penguji.

Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesiapan akademik, kepercayaan diri, serta kemampuan menyampaikan argumentasi secara sistematis. Banyak peserta mengungkapkan bahwa ujian lisan mendorong mereka untuk belajar lebih mendalam dan memahami materi secara komprehensif, bukan sekadar menghafal konsep.

Bekal Menjadi Lulusan Berkualitas dan Berkarakter

Direktur Pendidikan Tinggi Yayasan, Ust. Ahmad Sholihan, S.Pd., M.Si., berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti dan menyelesaikan ujian komprehensif dengan hasil yang baik.

“Kami berharap mahasiswa mampu melalui dan melaksanakan ujian ini dengan baik, karena ujian komprehensif merupakan bekal penting bagi mereka sebagai lulusan Maskumambang yang nantinya akan mengabdi di masyarakat.”

Beliau menegaskan bahwa lulusan STIT Maskumambang Gresik diharapkan tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kemampuan keagamaan, karakter yang kuat, serta komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa.

Kegiatan Ujian Komprehensif Lisan dan Tahsin Al-Qur’an Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat, mencerminkan komitmen STIT Maskumambang Gresik dalam menjaga kualitas lulusan yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdikan diri kepada masyarakat.

HUMAS STITMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X