Pimpinan dan Dosen STITMAS Ikuti Pelatihan Survei dan Pemetaan Sosial PTKIS Zona Pantura

Tuban, 06 Desember 2025 – Pimpinan dan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Maskumambang (STITMAS) Gresik turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pelatihan Survei dan Pemetaan Sosial yang diselenggarakan oleh LPPM IAINU Tuban bekerja sama dengan Forum Pimpinan PTKIS Zona Pantura, Sabtu (6/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat RH Ronggolawe Lantai 3 Setda Kabupaten Tuban dan diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) se-Zona Pantura Jawa Timur.

    

Pelatihan ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Survei dan Pemetaan Sosial Berbasis Data Lapangan di Era Digital”, sebagai upaya meningkatkan kompetensi sivitas akademika dalam bidang riset sosial, khususnya dalam penyusunan instrumen survei, teknik pengumpulan data, hingga pemetaan sosial yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Keikutsertaan pimpinan dan dosen STIT Maskumambang Gresik menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset serta mendukung pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran delegasi STITMAS juga menjadi sarana strategis untuk memperluas jejaring akademik antar-PTKIS di wilayah Pantura.

Kegiatan dibuka secara resmi dengan rangkaian acara seremonial, di antaranya pembacaan kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Yalal Wathon, serta Mars IAINU Tuban. Sambutan disampaikan oleh Rektor IAINU Tuban dan Ketua Forum Pimpinan PTKIS Zona Pantura. Acara pembukaan juga dihadiri oleh Bupati Tuban yang memberikan apresiasi atas inisiatif penguatan kapasitas riset sosial di lingkungan perguruan tinggi.

Materi pelatihan disampaikan oleh para narasumber nasional yang berpengalaman di bidang riset dan pemetaan sosial. Sesi pertama membahas paradigma dan prinsip pemetaan sosial, yang menekankan pentingnya membaca potensi serta dinamika sosial masyarakat secara komprehensif. Sesi berikutnya mengulas metode survei dan desain riset, termasuk penentuan unit analisis, teknik sampling, serta strategi pengolahan data berbasis kebutuhan lapangan.

Para peserta, termasuk pimpinan dan dosen STITMAS, tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan pemaparan materi. Interaksi aktif antara peserta dan narasumber memperkaya pemahaman tentang praktik riset sosial yang aplikatif dan relevan dengan konteks pengabdian masyarakat di lingkungan kampus.

Menariknya, di akhir kegiatan seluruh peserta mendapatkan bingkisan berupa bibit pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan komitmen keberlanjutan. Pemberian bibit pohon ini diharapkan tidak hanya menjadi kenang-kenangan kegiatan, tetapi juga mendorong peran aktif akademisi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, STIT Maskumambang Gresik berharap dapat meningkatkan kualitas penelitian dosen serta memperkuat kontribusi kampus dalam pemetaan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi keagamaan Islam sebagai agen perubahan yang berbasis data, riset, dan kepedulian sosial.

Humas STITMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X