Kampus STIT Maskumambang Gresik menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadhan dan Iftar Jama’i (Buka Puasa Bersama) sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan sivitas akademika di bulan suci. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Pemangku Pondok Pesantren Maskumambang, yaitu KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl. yang dikenal sebagai tokoh kharismatik dengan wawasan keislaman yang mendalam.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf kampus, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, mitra kerja sama kampus, serta para pimpinan lembaga di lingkungan Pondok Pesantren Maskumambang. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara dunia akademik dan pesantren dalam membangun tradisi keilmuan berbasis nilai-nilai Islam.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan sejak awal hingga akhir. Dalam sesi kajian, KH. Nidlol Masyhud menyampaikan materi yang mengulas secara komprehensif tentang sejarah perkembangan Islam di dunia, mulai dari masa awal dakwah Rasulullah hingga periode kejayaan Islam pada abad pertengahan. Pemaparan tersebut tidak hanya bersifat historis, tetapi juga reflektif, mengajak peserta untuk mengambil hikmah dari dinamika peradaban Islam sebagai inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Menariknya, kajian ini juga mengaitkan materi sejarah tersebut dengan inovasi edukatif yang telah dikembangkan oleh Pondok Pesantren Maskumambang, yaitu kalender tahun 2026 yang memuat rangkuman perjalanan sejarah Islam. Kalender ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga sebagai media literasi yang dapat dibaca dan dipelajari oleh masyarakat luas, sehingga nilai-nilai sejarah Islam dapat terus hidup dalam keseharian.
Setelah kajian berlangsung, acara dilanjutkan dengan iftar jama’i atau buka puasa bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati hidangan berbuka dalam nuansa kekeluargaan, mempererat ukhuwah islamiyah di antara seluruh elemen yang hadir.
Melalui kegiatan ini, STIT Maskumambang Gresik tidak hanya menghadirkan forum keilmuan yang bermakna, tetapi juga memperkuat tradisi spiritual dan sosial yang menjadi ciri khas lembaga berbasis pesantren. Kajian Ramadhan dan iftar jama’i ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus menginspirasi, mengedukasi, serta memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan kampus dan pesantren.
HUMAS STITMAS