Kegiatan seminar pengembangan diri dan sosialisasi kampus yang diselenggarakan oleh STIT Maskumambang Gresik berlangsung dengan penuh antusias di SMA Muhammadiyah 05 Dukun. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperkenalkan pendidikan tinggi berbasis keislaman sekaligus memberikan motivasi kepada siswa untuk mempersiapkan masa depan yang lebih terarah.
Seminar yang mengusung tema “Pengembangan Diri di Era Digital dan Peluang Studi Lanjut” ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dr. Ali Rosyidi, M.Pd., dan Jumal Ahmad, M.A. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII yang tampak aktif dan antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan.
Dalam sesi pertama, Dr. Ali Rosyidi, M.Pd. menekankan pentingnya pengembangan diri sebagai bekal utama dalam menghadapi tantangan global. Ia menjelaskan bahwa generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, serta kecerdasan spiritual yang kuat. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan kemampuan mengelola potensi diri.
Lebih lanjut, beliau mengajak siswa untuk mulai mengenali minat dan bakat sejak dini agar dapat menentukan arah pendidikan yang tepat. Hal ini menjadi penting di tengah perkembangan era digital yang menuntut kesiapan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Dari Ide Menjadi Karya Ilmiah Berkualitas
Pada sesi kedua, Jumal Ahmad, M.A. menyampaikan materi bertajuk “Dari Ide Menjadi Karya: Mengasah Berpikir Kritis melalui Tulisan Ilmiah”. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan menulis sebagai bagian dari pengembangan diri dan kesiapan memasuki dunia perkuliahan.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kemampuan menulis memiliki peran strategis, di antaranya sebagai syarat dalam seleksi masuk perguruan tinggi, terutama melalui jalur beasiswa yang mensyaratkan esai atau motivation letter. Selain itu, di dunia kampus mahasiswa dituntut mampu menyusun berbagai karya ilmiah seperti makalah, laporan penelitian, hingga skripsi.
Lebih dari itu, proses menulis juga berfungsi untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Siswa dilatih untuk mengumpulkan data, merumuskan masalah, serta menyusun argumen secara logis dan sistematis.
Dalam sesi ini, dijelaskan bahwa karya tulis ilmiah merupakan bentuk penyampaian ide yang didasarkan pada logika, data, dan struktur yang jelas. Dengan kata lain, karya ilmiah adalah cara menyampaikan gagasan secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Namun demikian, banyak siswa yang masih menghadapi berbagai kendala dalam menulis, seperti kebingungan memulai tulisan, rasa takut salah, hingga anggapan tidak memiliki bakat menulis. Permasalahan ini menjadi fokus pembahasan dalam seminar agar siswa dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan potensinya.
Sebagai solusi, peserta seminar diberikan panduan sederhana dalam menyusun karya tulis ilmiah, yaitu dimulai dari menentukan ide atau topik, mengumpulkan data, menyusun kerangka tulisan, mengembangkan argumen, hingga menarik kesimpulan yang relevan.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa menulis bukanlah hal yang sulit jika dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

Sosialisasi Kampus dan Peluang Studi Lanjut
Selain materi pengembangan diri, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi kammpus STIT Maskumambang Gresik. Dalam sesi ini disampaikan berbagai informasi terkait program studi, sistem perkuliahan, fasilitas kampus, serta peluang beasiswa bagi calon mahasiswa.
Peserta juga mendapatkan gambaran mengenai keunggulan kampus yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan landasan akademik dan spiritual yang seimbang.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari siswa terkait prospek kerja, kehidupan kampus, serta proses pendaftaran mahasiswa baru. Antusiasme ini menunjukkan meningkatnya minat siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Secara keseluruhan, kegiatan seminar pengembangan diri dan sosialisasi kampus ini memberikan dampak positif bagi siswa dalam meningkatkan wawasan, motivasi, serta kesiapan menghadapi dunia pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, STIT Maskumambang Gresik menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, serta mampu bersaing di era global berbasis nilai-nilai keislaman.
Humas STITMAS