Tim Dosen STITMAS Gelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam Berbasis Nilai Islam di Desa Kentong

Lamongan – Perubahan pola belajar anak di era digital menuntut peran orang tua yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara sadar dan bermakna dalam proses belajar. Menyadari hal tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pelatihan Pembelajaran Mendalam Berbasis Nilai Pendidikan Islam bagi Orang Tua Generasi Milenial di Balai Desa Kentong, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para orang tua untuk memahami kembali hakikat pendidikan dalam keluarga. Tidak sekadar membantu anak mengerjakan tugas sekolah, tetapi membangun proses belajar yang sarat makna, bernilai spiritual, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami sejak dini.

Dalam sesi pemaparan, narasumber menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam berfokus pada tiga aspek utama, yakni kebermaknaan belajar, keterlibatan emosional anak, dan penanaman nilai. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam pendidikan Islam yang menempatkan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang nya, yaitu Dr. Ali Rosyidi, M.Pd. sebagai Narasumber I dan Septia Mardiana, M.Pd.I. sebagai Narasumber II, dengan Luqmanul Hakim, M.Pd. bertindak sebagai moderator. Para narasumber memaparkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) yang terintegrasi dengan nilai-nilai pendidikan Islam, seperti keteladanan, pembiasaan akhlak mulia, serta penanaman nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari anak.

Dalam pemaparannya, Dr. Ali Rosyidi, M.Pd. menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga. Menurutnya, pembelajaran mendalam tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan makna belajar, serta internalisasi nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan secara kontekstual dalam kehidupan anak.

Sementara itu, Septia Mardiana, M.Pd.I. menyampaikan strategi praktis pendampingan belajar anak di rumah yang sesuai dengan karakteristik generasi milenial. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis, komunikatif, dan penuh empati, sehingga proses belajar anak dapat berlangsung dengan suasana yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung. Para orang tua menyampaikan berbagai tantangan dalam mendampingi anak belajar di rumah, mulai dari keterbatasan waktu, pengaruh gawai, hingga perbedaan karakter anak. Melalui forum ini, peserta memperoleh alternatif solusi yang lebih edukatif, komunikatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan keluarga yang berkelanjutan. STIT Maskumambang Gresik menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan orang tua di Desa Kentong mampu menerapkan pembelajaran mendalam dalam kehidupan keluarga sehari-hari, sehingga proses belajar anak tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan berkarakter Islami.

Humas STITMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X