Gresik — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Maskumambang Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya religius di lingkungan kampus. Melalui program Kultum dan Shalat Jama’ah Rutin, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Ahad pekan ke 2 & ke 4 pada waktu istirahat shalat Magrib dengan melibatkan seluruh mahasiswa, pengurus BEM, serta civitas akademika yang berada di area kampus.
Program keagamaan ini menjadi salah satu agenda unggulan BEM dalam rangka mendukung visi kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, namun juga penguatan spiritual dan akhlak mahasiswa. Dengan konsep yang sederhana tetapi konsisten, kegiatan kultum ringkas sebelum shalat jama’ah ini terbukti mampu menumbuhkan atmosfer Islami yang lebih hidup di kawasan kampus Maskumambang.
Membangun Kebersamaan Melalui Shalat Jama’ah
Shalat Magrib berjama’ah yang dipimpin oleh imam yang telah ditunjuk, ada pula dari pimpinan atau dosen. Kebiasaan berjama’ah ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan ukhuwah antarmahasiswa. Banyak mahasiswa mengaku merasa lebih termotivasi ketika melaksanakan shalat bersama-sama, terutama karena momen ini menjadi waktu untuk saling menyapa dan mempererat solidaritas.
Shalat jama’ah rutin juga menjadi bentuk implementasi nilai-nilai pesantren yang masih sangat melekat dalam kultur STIT Maskumambang. Sebagai kampus yang berlatar belakang pendidikan Islam, kegiatan ini menjadi identitas sekaligus pembiasaan positif yang ingin terus dipertahankan.
Penguatan Nilai Keislaman di Tengah Rutinitas Mahasiswa
Ketua BEM STIT Maskumambang, saudara Ulul dihubungi menjelaskan, bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjadi ruang penguatan ruhiyah mahasiswa dan sebagai program kerja rutin BEM. Di tengah kesibukan perkuliahan dan kegiatan organisasi, mahasiswa tetap membutuhkan sentuhan spiritual agar tetap seimbang antara aspek akademik dan nilai keislaman.

Antusias Mahasiswa
Kultum disampaikan secara bergiliran oleh mahasiswa atau pengurus BEM yang telah ditunjuk. Materi yang disampaikan mencakup berbagai tema seperti akhlak, motivasi studi dalam Islam, urgensi menjaga waktu shalat, hingga refleksi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa. Format penyampaian yang singkat — sekitar 5 sampai 7 menit — membuat kegiatan ini mudah diikuti oleh seluruh mahasiswa tanpa mengganggu aktivitas perkuliahan.
Dukungan Penuh dari Pihak Kampus
Pimpinan kampus memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM. Kegiatan kultum dan shalat jama’ah rutin dinilai selaras dengan roadmap penguatan karakter mahasiswa. Menurut pihak kampus, mahasiswa STIT Maskumambang harus memiliki fondasi spiritual yang kuat sebagai calon pendidik dan dai di masa depan. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menanamkan nilai keteladanan sejak dini.
Selain itu, kegiatan yang dilakukan setiap Ahad ini dianggap efektif karena menjadi titik jeda efektif bagi mahasiswa sebelum memasuki perkuliahan malam. Dengan suasana hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih terarah, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan akademik dengan semangat yang lebih stabil.

Salah satu Mahasiswa menyampaikan Kultum
Respon Positif dari Mahasiswa
Banyak mahasiswa menyampaikan kesan positif terhadap keberlangsungan program ini. Mereka merasa kegiatan kultum singkat memberikan inspirasi baru setiap pekan. Tidak sedikit pula mahasiswa yang mengaku lebih terdorong untuk memperbaiki kualitas ibadahnya setelah mengikuti kultum dan shalat jama’ah bersama.
Konsistensi BEM dalam mengelola kegiatan ini menjadi nilai tambah, karena kegiatan religius yang sifatnya rutin biasanya menuntut komitmen tinggi dan struktur kepengurusan yang solid. Dengan terus berjalannya program ini tanpa jeda, BEM membuktikan kesiapan mereka dalam memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya bersifat akademik dan organisasi, tetapi juga berorientasi pada pembinaan karakter.
Harapan Pengembangan Ke Depan
BEM STIT Maskumambang berencana mengembangkan program ini dengan menambah sesi diskusi ringan setelah shalat berjama’ah, menghadirkan pemateri tamu, atau membuat kajian tematik bulanan. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi berkembang sebagai ruang penguatan identitas keilmuan dan keagamaan mahasiswa STIT Maskumambang.
Dengan adanya dukungan penuh dari kampus, serta antusiasme mahasiswa, kegiatan kultum dan shalat jama’ah rutin ini diharapkan terus menjadi bagian dari ciri khas kampus yang religius, berkualitas, dan berdedikasi pada nilai-nilai Islam.