Gresik , 15 November 2025 – STIT Maskumambang Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan literasi digital generasi muda melalui kegiatan bertajuk Peningkatan Kapasitas Remaja Masjid dalam Literasi Dakwah Digital dan Pengelolaan Media Sosial Masjid Berbasis Artificial Intelligence. Program ini merupakan bagian dari agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dan diselenggarakan pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Gedung STITMAS, Sembungan Kidul, Dukun, Gresik.

Sambutan Pimpinan
Kegiatan kali ini secara resmi dibuka oleh Bapak Welly Firdaus, M.Pd., yang hadir mewakili unsur pimpinan STIT Maskumambang Gresik. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kampus sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Peningkatan Kapasitas Remaja Masjid seperti ini. Beliau menegaskan bahwa STIT Maskumambang memiliki kepedulian besar terhadap penguatan kegiatan kemasjidan, terutama dalam mempersiapkan generasi remaja muslim agar memiliki kemampuan literasi digital yang baik di tengah gempuran arus informasi dan tantangan dunia digital. Oleh karena itu, beliau berharap kegiatan pelatihan ini tidak berhenti pada satu kesempatan saja, namun dapat terus dikembangkan menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi remaja masjid dan masyarakat sekitar.
Meningkatkan Literasi Dakwah Digital Generasi Masjid
Di era transformasi digital, peran remaja masjid sebagai penggerak dakwah kreatif semakin penting. Tantangan dakwah masa kini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pesan, tetapi juga bagaimana mengemas pesan tersebut secara menarik di platform digital. Melalui kegiatan ini, STIT Maskumambang Gresik berupaya memberikan bekal literasi digital yang komprehensif agar remaja masjid mampu beradaptasi dengan teknologi, khususnya dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas dakwah.
Hadirkan Pemateri Ahli di Bidang Dakwah Masjid dan Teknologi
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu:
-
Dr. Abdullah Farikh, MM., M.Pd. – Sekretaris DMI Kabupaten Gresik sekaligus Dosen Universitas Islam Lamongan, dengan materi “Literasi Dakwah Digital dan Pengelolaan Media Sosial Masjid”.
-
Dr. Ali Rosyidi, M.Pd. – Dosen STIT Maskumambang Gresik dan Edu-Tech Enthusiast, menyajikan materi “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Produksi Konten Dakwah”.
Keduanya memberikan perspektif yang saling melengkapi. Dr. Abdullah Farikh menekankan pentingnya etika digital, manajemen media sosial masjid, strategi publikasi, dan penguatan identitas dakwah melalui konten visual maupun tulisan. Sementara itu, Dr. Ali Rosyidi mempraktikkan secara langsung penggunaan berbagai AI Toolkits untuk membantu remaja masjid memproduksi konten yang menarik, cepat, dan sesuai kebutuhan audiens.
Pemaparan materi oleh Dr. Farih
Pelatihan Praktis: Dari Teori ke Produksi Konten Kemasjidan
Pelatihan ini tidak hanya bersifat teori, tetapi juga menghadirkan sesi praktik secara langsung. Peserta diajak membuat konten dakwah menggunakan aplikasi pendukung dan AI-based tools yang kini banyak digunakan kreator digital. Dengan bimbingan pemateri, remaja masjid diberi kesempatan mengolah materi dakwah menjadi poster, video pendek, hingga caption informatif yang siap diunggah ke media sosial masjid.
Kegiatan ini juga memberikan pemahaman baru tentang bagaimana pemanfaatan AI dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas dakwah digital tanpa mengurangi nilai-nilai keislaman. Penggunaan AI diposisikan sebagai alat bantu kreatif yang mempermudah pengurus takmir dan remaja masjid dalam menjalankan tugasnya.
Antusias Peserta dan Manfaat Kegiatan
Tingginya antusias peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan keterlibatan mereka dalam sesi praktik. Remaja masjid merasa kegiatan ini memberikan wawasan baru, terutama dalam:
-
Pemahaman dasar literasi dakwah digital
-
Strategi mengelola akun media sosial masjid
-
Teknik membuat konten visual yang menarik
-
Cara memanfaatkan AI Toolkits untuk desain, penulisan, dan editing
-
Membangun branding positif masjid di dunia digital
Selain itu, peserta juga mendapatkan sertifikat, konsumsi, serta akses pendampingan lanjutan dari tim PkM STIT Maskumambang Gresik.
Kontribusi STIT Maskumambang Gresik dalam Penguatan Dakwah Digital
Program ini menjadi bukti nyata bahwa STIT Maskumambang Gresik tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga turut memperkuat sinergi dengan masyarakat, khususnya dalam bidang dakwah kemasjidan. Dengan memberikan pelatihan berbasis teknologi terbaru, kampus berharap para remaja masjid dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa dakwah ke level yang lebih modern, efektif, dan dekat dengan generasi muda.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin dalam rangka memperluas cakupan literasi digital masyarakat dan mendukung perkembangan media sosial masjid sebagai sarana dakwah yang kreatif dan berdaya guna.

Humas Stitmas

